14 October 2014

Tanda Cinta




"Semalam ku bermimpi,
Datang pari-pari syurga turun dan menyapa diri
'Duhai insan pilihan Allah, 
kenapa kau bergundah hati?
Tidakkah engkau melihat DIA sedang memandangmu
Dengan pandangan sepenuh cinta?'

Duhai sang pari-pari syurga
Benarkah seperti yang kau kata?
Layakkah aku menjadi yang paling diredhai-Nya?

Duhai insan pilihan Allah,
Allah itu dekat untuk orang-orang yang dekati-Nya
Allah itu tidak pernah menjauh
Untuk orang-orang yang tidak menjauhi-Nya
Pandanglah ujian yang turun sebagai nikmat
Seperti hujan yang turun penuh rahmat

Membasahi dirimu agar lebih mendekat
Dekat dengan redha-Nya
Dekat dengan maghfirah-Nya
Untuk semakin dekat melamar syurga-Nya
Tidakkah kau menginginkannya?"


Bismillah.
Ada saat-saat masanya, kita akan diduga dengan beban ujian yang bertimpa-timpa. Sekaligus. Belum sempat satu masalah itu selesai, tiba-tiba datang pula tiga masalah yang lain serentak.
Ada saat-saat masanya, semua yang kita lakukan serba tidak kena. Serba tidak menjadi.
Ada saat-saat masanya, apa yang kita usahakan baik pada pandangan mata kita rupanya menjadi suatu hasil yang sangat buruk. Keadaan malahan menjadi lebih teruk.
Pernahkah kalian berada di situasi tersebut?
Sempit jiwa seketika. Ingin bernafas pun terasa sesaknya dada.
Saat-saat yang akal seperti sudah 'jem' berfikir mencari solusi yang tidak berjumpa, mencari-cari jawapan pada setiap persoalan yang timbul, namun tiada penyelesaian.
Saat itu, sebaris patah sahaja yang bagai terngiang-ngiang di telinga.
"Sabar dan solat."
"Sabar dan solat."
"Sabar dan solat."


"Para ulamak Sufi mengatakan:
Jika seseorang itu tidak ditimpa apa-apa ujian dalam tempoh 40 hari, bimbangilah dia tidak lagi dipedulikan oleh Allah.
Sesungguhnya setiap dugaan yang datang itu adalah tanda cinta-Nya kepada manusia."


-------
Telekung itu lencun. Subhanallah. Betapa ajaibnya rasa Allah berikan.
Bila sujud lama-lama, segala perasaan yang berombak menyesakkan dada itu hilang serta merta. Rasa galau dan sedih, segera terusir. Digantikan dengan rasa sangat tenang, aman.
Syukur, air mata cinta tidak pernah mengering. Di saat-saat itu, satu baris namanya sahaja yang ingin dipanggil. Terus-menerus tanpa henti.
"Allahu Allah..."
"Tuhanku, aku tidak kuat. Namun Engkau Maha Kuat. Berikan daku kekuatan demi kekuatan, untukku tempuhi segala dugaanMu.
Tuhanku, aku tidak pandai. Namun Engkau Maha Bijaksana. Berikan daku solusi dan penyelesaian bagi setiap permasalahanku.
Tuhanku, aku tidak reti untuk mentafsirkan segala dugaanmu. Namun Engkau Maha Mengetahui takdir hidupku. Bukakan daku hikmah satu persatu, agar ku lebih merasai manisnya cinta-Mu padaku.
Tuhanku, aku tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan? Namun Engkau Maha Hadi Pemberi petunjuk, berikan daku petunjuk dan hidayah-Mu selalu agar aku tetap berada di jalan-Mu, tolong jangan sampai aku tersasar arah tujuan kepada-Mu.
Tuhanku, ku serahkan diriku sepenuhnya pada-Mu. Hidup dan matiku hanya untuk-Mu. Perbaikilah segala urusan duniaku, dan perbaikilah urusan akhiratku agar ku kembali nanti dengan hati yang saleem kepada-Mu..."

"Perhatikanlah,
Di sebalik ujian yang datang bertimpa-timpa itu sebenarnya Allah sedang ingin 'menghadiahkan' suatu kemanisan yang tidak akan disangka-sangka.
Teruslah berbaik sangka kepada-Nya."



-------
Tuhanku, aku tidak punya sesiapa selain-Mu. Aku hanya punyai Engkau satu-satunya tempat ku bergantung harap. Biar manusia tidak memandang padaku, asal Kau sentiasa sudi memandangku.
Biar manusia tidak akan pernah mampu mengerti hatiku, jiwaku, namun Engkau maha mengerti segala rasaku. Biar manusia mengatakan apa jua dalam pandangan mereka namun ku tahu Engkau tidak seperti itu.
Biar manusia mengatakan ia mustahil, namun tidak ada satu pun yang mustahil pada-Mu. Bila mana Engkau berkata Kun, Fayakun maka terjadilah ia seperti kehendak-Mu.
Tuhanku, cukuplah Engkau untukku terus berjalan. Bukan manusia yang membahagiakanku, tapi Engkau yang selalu membahagiakan diriku dengan cara-Mu. Pujukan-Mu, belaian-Mu, dekapan-Mu. Jauh lebih indah dan nyaman dari sekalian makhluk yang ada.
Tuhanku, jangan Kau palingkan hatiku setelah Kau berikan keyakinan padaku. Tetapkanlah daku berada dalam garis lurus-Mu. Tetapkanlah daku dalam keimanan yang utuh pada-Mu.
Teguh-teguh, selalu...


------
Wahai jiwa. Biasakan dirimu didera derita, bukan dihiasi jalan kesenangan semata.
Derita demi derita itu, sebenarnya lebih mengajarkan kita Allah itu sangat Kuasa di atas segalanya. Allah Pemilik mutlak kita, Allah Pengawal seluruh kehidupan kita. 
Siapalah kita tanpa-Nya?
Wahai diri, jika engkau jatuh lagi, bangkitlah kembali. Jika jatuh lagi, bangun lagi dan lagi. Jangan pernah berputus asa dengan Ilahi, meskipun kau berputus asa dengan duniawi.
Wahai diri, dunia ini sekejap sahaja. Sekejap sahaja kau hidup. Sedangkan mati itu, suatu perjalanan yang cukup panjang. Tak mengapa kau rasa lelah, penat dan letih sekarang. 
Tapi Allah sudah mengira setiap usahamu. Allah sudah mengira butir-butir air matamu. Allah hanya ingin melihat keyakinanmu pada-Nya.
Nanti, akan Allah hadiahkan kau dengan imbalan syurga. Bahagia di dunia cuma sekejap sahaja, tapi bahagia di syurga selama-lamanya. 
Senyumlah. Syukurlah selalu kepada-Nya. DIA selalu sayang padamu. DIA selalu cinta pada hambanya yang tetap beriman.
Duhai hati, jangan kau sesekali mengeluh. Tapi sentiasalah berbisik dengan-Nya. Bisikan-bisikan cinta. Bahawa kau cintai Allah lebih dari segalanya. Ia perlukan bukti. 
Kerana itu Allah menguji lagi dan lagi. Biarlah Allah menguji. Sehingga nanti, DIA tahu kau benar-benar ikhlas menjadi hamba Ilahi. Ikhlaskanlah.





"Ya Allah Ya Tuhanku
Terima kasih untuk tanda cintaMu
Tanda-tanda ini, akan aku simpan sebagai kekuatan
Meneruskan perjuangan kehidupan
Jangan biarkan daku sendirian tanpa pertolongan
Ku damba Engkau di setiap perjalanan
Kurniakanku ketabahan dan kecekalan
Hanya pada-Mu ku terus bersandar harapan..."




p/s: Ketenangan dari kesesakan dunia, Allah berikan ilham yang mencurah-curah untuk menghasilkan buku kedua. Terima kasih Allah. Segala puji bagi-Mu yang Maha Pemurah. Lebih fokus untuk dakwah, harus fokus untuk ummah.
Terus sabar menanti proses kemunculan buku pertama. Sungguh terasa penantian yang sangat lama. Tuhanku, bukan soal cepat atau lambat, yang jauh lebih penting ku mohon dengan sangat, 'balutkan' buku tersebut dengan tanda cintaMu pada seluruh makhlukMu. Biar mereka turut merasai tanda cinta dariMu sepertimana Engkau berikan rasa itu kepadaku...Allahumma amin.


: hikmatul islam         
: 14102014
: 0345 p.m 

2 comments:

  1. Akak tunggu buku wanis :'( sungguh takdirNya cukup indah walau dlm linangan air mata :'(


    Pernahkah kalian berada di situasi tersebut?
    Sempit jiwa seketika. Ingin bernafas pun terasa sesaknya dada.
    Saat-saat yang akal seperti sudah 'jem' berfikir mencari solusi yang tidak berjumpa, mencari-cari jawapan pada setiap persoalan yang timbul, namun tiada penyelesaian.
    Saat itu, sebaris patah sahaja yang bagai terngiang-ngiang di telinga.
    "Sabar dan solat."
    "Sabar dan solat."
    "Sabar dan solat."

    Jawapan akak: PERNAH

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...